Jumat, 06 November 2015

Perbedaan Kamera Full Frame dan APS-C



APA ITU FULL-FRAME DAN APA ITU APS-C ?

Pertama saya akan memberitahu untuk membedakan kamera full-frame dengan kamera APS-C atau Crop Sensor dalam hal bidang pandang. Bila hasil gambar dari kamera full-frame seperti
foto berukuran 8 x 10, maka hasil dari aps-c ibaratkan seperti foto tersebut digunting menjadi ukuran lebih kecil 6 x 8. Itulah perbedaan antara hasil kamera film 35mm atau full-frame dengan hasil dari crop sensor seperti APS-C. Sekarang Anda sudah bisa membayangkan hasil dari kedua jenis kamera tersebut.

Akan tetapi, meskipun hasil crop sensor seperti foto 6 x 8 di atas yang kehilangan banyak bagian foto karena digunting, namun masih ada hal lain yang perlu Anda pertimbangkan lagi tentang kamera jenis crop sensor yaitu "resolusi sensor".

Setiap sensor kamera digital terdiri dari jutaan piksel. Lalu apakah sensor yang lebih kecil akan menerjemahkan piksel yang kurang tepat? Jawabannya: "tidak juga". Jika sensor kamera full-frame dengan crop sensor dibuat dengan "ukuran fisik piksel" yang lebih kecil atau sama, maka kedua sensor tersebut berpotensi memiliki resolusi yang sama juga. Bahkan, pada beberapa kasus ditemukan bahwa sensor crop bisa memiliki lebih dari satu piksel dari sensor full-frame.

Sebagai contoh, kamera Nikon D4 (full-frame) memiliki 16 juta piksel pada sensornya yang berukuran 36,0 x 23.9mm. Sedangkan kamera Nikon D7000 (crop sensor) juga memiliki 16 juta piksel pada sensornya yang berukuran 23,6 x 15.6mm. Sehingga ini membingungkan banyak orang. Kedua kamera memang berbeda dari segi ukuran sensor, tetapi mengapa keduanya malah memiliki jumlah piksel yang sama? Jumlah piksel boleh sama tapi belum tentu dengan ukuran fisik piksel. Jadi yang membedakan piksel kedua kamera ini adalah ukuran fisik setiap pikselnya. Nikon D4S memiliki banyak piksel dengan ukuran fisik yang lebih besar yaitu 7.3μm. Sedangkan ukuran fisik setiap piksel pada Nikon D7000 jauh lebih kecil yaitu 4.78μm.



crop factor


PENGARUH UKURAN FISIK PIXEL

Saat menerjemahkan sebuah gambar, piksel yang lebih kecil memiliki noise yang lebih banyak dan jangkauannya kurang dinamis dalam sebuah gambar. Sehingga dalam hal ini, hasil kamera Nikon D7000 tidak bisa menyamai kualitas gambar dari Nikon D4 dalam situasi cahaya yang rendah. Oleh sebab itu, produsen sebenarnya lebih tertarik berbicara tentang megapiksel ketimbang ukuran sensor. Mereka ingin konsumen memperhatikan angka megapiksel yang fantastik dari sebuah kamera dan mereka tidak mau menyebutkan seperti apa sensor kecil yang sebenarnya.

Jadi misalkan, Anda menemukan sebuah kamera ponsel memiliki resolusi yang sama seperti DSLR, jangan mengira keduanya akan menghasilkan gambar dengan kualitas yang sama. Itulah kekeliruan banyak orang saat ini.

Namun seiring berkembangnya teknologi kamera, crop sensor juga ikut berkembang dan menjadi lebih baik dalam hal menangani noise, terutama pada penggunaan ISO rendah dan menengah. Contohnya, dalam kondisi cahaya yang baik, Anda akan sulit melihat perbedaan kualitas gambar antara full-frame dengan crop sensor yang memiliki crop factor 1.5-1.6x.

crop-factor-sensor-size

Tidak ada komentar:

Posting Komentar